Langsung ke konten utama



 Sering Salah Imbuhan “me-”? Yuk, Benahi dari Sekarang!

Di tengah aktivitas belajar yang padat, sering kali kita menganggap penggunaan bahasa sebagai hal sepele. Kata-kata yang sering kita ucapkan sehari-hari terasa sudah benar, padahal belum tentu sesuai dengan kaidah.

Salah satu yang paling sering terjadi adalah penggunaan imbuhan “me-”. Banyak yang masih tertukar, bahkan tanpa disadari kesalahan ini bisa terbawa hingga ke penulisan formal, termasuk saat ujian seperti SIMAMA/SIMAMI.

Apa Itu Imbuhan “me-”?

Imbuhan “me-” adalah awalan dalam bahasa Indonesia yang berfungsi membentuk kata kerja. Namun, penggunaannya tidak selalu tetap, karena dapat berubah tergantung huruf awal kata dasar yang mengikutinya.

Perubahan ini sering disebut sebagai proses peluluhan huruf.

Kenapa Bisa Salah?

Kesalahan penggunaan imbuhan “me-” biasanya terjadi karena beberapa hal:

    1. Tidak memahami kata dasar

Banyak yang langsung menambahkan imbuhan tanpa mengenali bentuk asli katanya. 

    2. Kurang memahami pola perubahan

Padahal, imbuhan “me-” memiliki aturan tertentu saat bertemu huruf awal tertentu. 

    3. Terbiasa dari penggunaan sehari-hari

Kata yang sering didengar belum tentu benar menurut kaidah KBBI. 

Gambaran Sederhana Aturan Imbuhan “me-”

Dalam penggunaannya, imbuhan “me-” akan menyesuaikan diri dengan huruf awal kata dasar.

Beberapa contoh pola umum:

    • Huruf p → luluh menjadi mem- 

    • Huruf t → luluh menjadi men- 

    • Huruf k → luluh menjadi meng- 

    • Huruf s → luluh menjadi meny-

Kenapa Ini Penting?

Kesalahan kecil dalam bahasa bisa berdampak besar, terutama dalam:

    • Penulisan karya ilmiah 

    • Ujian masuk perguruan tinggi 

    • Komunikasi formal 

Bahasa yang baik dan benar mencerminkan pemahaman serta profesionalitas kita.

Tips Agar Tidak Salah

Supaya lebih tepat dalam menggunakan imbuhan “me-”, kamu bisa melakukan hal berikut:

    • Kenali dulu kata dasarnya 

    • Pahami pola perubahan imbuhan 

    • Biasakan cek di KBBI 

    • Latih dengan menulis dan membaca secara aktif

Penutup

Sebagai calon tenaga kesehatan dan generasi terdidik, kita tidak hanya dituntut memahami ilmu, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik dan benar.

Jadi, kalau masih sering bingung dengan imbuhan “me-”

Jangan dibiarkan. Jangan dibiasakan.

Karena bahasa yang benar bukan yang paling sering digunakan,

melainkan yang sesuai dengan kaidah.

Yuk, mulai biasakan dari sekarang! 📖✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Ada Keringanan UKT, Polkesmar Luncurkan Opsi Beasiswa

Semarang _ Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis di berbagai sektor kehidupan, salah satunya sektor pendidikan. Beasiswa menjadi salah satu hal yang didambakan dan diburu para mahasiswa. Selain dapat meringankan beban perekonomian orang tua, mahasiswa juga terpacu untuk meningkatkan prestasi akademiknya. Diharapkan adanya beasiswa mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten di bidangnya dan memiliki tanggung jawab moral baik kepada diri sendiri dan masyarakat. Seperti yang dipaparkan oleh Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan, bapak Luthfi Rusyadi, SKM, MSc, dalam wawancara via zoom (Rabu, 28/07/21) bahwa Poltekkes Kemenkes Semarang telah menyediakan beberapa skema beasiswa. Diantaranya, Beasiswa Bidik Kamu, Beasiswa Gakin, Beasiswa Berprestasi, Beasiswa Prestasi Capaian Unggul dan Beasiswa Terdampak Covid-19.  Sasaran atau kuota beasiswa yang diberikan sebesar 20,4% atau kurang lebih sebanyak 1.600 dari total mahasiswa Polkesmar yang menyebar secara merata di seluruh program s...

Hari Anti Narkotika Internasional 2026: Membangun Kesadaran dan Komitmen Generasi Muda untuk Masa Depan yang Lebih Baik

  Setiap tanggal 26 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, generasi muda dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tantangan. Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius adalah ancaman penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik serta komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. Mengenal Bahaya Narkotika Narkotika merupakan zat atau obat yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengakibatkan perubahan pada kesadaran, perasaan, cara berpikir, dan perilaku seseorang. Dalam dunia medis, narkotika digunakan untuk kep...

MENJAGA NURANI KAMPUS

MENJAGA NURANI KAMPUS Setia pada Fakta, Teguh pada Integritas Perkembangan teknologi informasi yang pesat, kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan, serta meningkatnya tuntutan prestasi akademik membawa dampak signifikan terhadap kehidupan mahasiswa. Di satu sisi, kondisi ini membuka peluang besar untuk berkembang dan berinovasi. Namun, di sisi lain, tekanan nilai, persaingan beasiswa, tuntutan organisasi, dan ekspektasi sosial dapat menjadi ujian serius bagi integritas pribadi. Dalam konteks tersebut, menjaga nurani kampus bukan sekadar semboyan, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata. Makna Nurani Kampus Nurani kampus merupakan kesadaran moral kolektif sivitas akademika untuk menjunjung tinggi nilai kebenaran, kejujuran, dan etika dalam seluruh aktivitas akademik maupun nonakademik. Nurani ini tercermin dalam proses pembelajaran, penelitian, diskusi ilmiah, serta interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menjaga nurani kampus ...