Langsung ke konten utama

HARI GIZI NASIONAL

Sumber Foto : https://pin.it/MT12eRg9K


Dalam mengenang dan menghargai sejarah yang berpengaruh terhadap pengembangan tenaga gizi di Indonesia, Hari Gizi Nasional (HGN) dirayakan sebagai simbol atas keberadaan dan kontribusi Sekolah Juru Penerang Makanan. Pada tanggal 25 Januari 1951, Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berdiri dan menjadi pelopor dalam pengkaderan tenaga ahli gizi di tanah air. Sejak keberadaannya, sekolah ini telah menandai awal dari era revolusi pendidikan gizi, di mana banyak perguruan tinggi di seluruh Indonesia mulai memberikan perhatian serius terhadap pembelajaran dan penelitian dalam bidang gizi.


Bukan hanya menjadi titik balik dalam sejarah pendidikan gizi di Indonesia, keberadaan Hari Gizi Nasional juga menunjukkan komitmen bangsa ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang baik dan seimbang. Dengan adanya perayaan ini, diharapkan semua pihak, baik individu, lembaga, maupun pemerintah, dapat bersama-sama menggalakkan inisiatif dan program yang berfokus pada pemberdayaan gizi masyarakat.


Peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 Tahun 2024 kali ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan tema yang menarik, yakni "MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting," diiringi slogan "MP-ASI Berkualitas untuk Generasi Emas". Pemilihan tema ini sangat relevan dengan situasi gizi yang sedang dihadapi, di mana masalah stunting masih menjadi tantangan serius.


Penting untuk ditekankan bahwa stunting yang mencerminkan pertumbuhan fisik anak yang terhambat, menjadi fokus utama karena dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak. Dalam konteks ini, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan asupan protein hewani yang mencukupi merupakan strategi preventif.


Perlu dicatat bahwa meskipun memberikan MP-ASI, penting untuk tetap memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi, mengingat keunggulan nutrisi dan kekebalan yang terkandung dalam ASI. Selain itu, pemberian MP-ASI dianjurkan sesegera mungkin dengan memastikan kandungan protein hewani yang memadai guna mendukung pertumbuhan optimal anak. Dengan demikian, tema ini bukan hanya sebagai sorotan, melainkan sebagai langkah konkret dalam mengatasi permasalahan gizi dan stunting demi menghasilkan generasi emas yang sehat.


Penulis : Yohanita Cahyaningtyas



Rokom. (2019, Januari 26). Ini Sejarah Hari Gizi Nasional. Diambil kembali dari Sehat Negeriku: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20190125/5329219/sejarah-hari-gizi-nasional/

Azzahra, A. (2024, Januari 18). Sejarah Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN). Diambil kembali dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta: https://dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detail/sejarah-peringatan-hari-gizi-nasional-hgn

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Ada Keringanan UKT, Polkesmar Luncurkan Opsi Beasiswa

Semarang _ Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis di berbagai sektor kehidupan, salah satunya sektor pendidikan. Beasiswa menjadi salah satu hal yang didambakan dan diburu para mahasiswa. Selain dapat meringankan beban perekonomian orang tua, mahasiswa juga terpacu untuk meningkatkan prestasi akademiknya. Diharapkan adanya beasiswa mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten di bidangnya dan memiliki tanggung jawab moral baik kepada diri sendiri dan masyarakat. Seperti yang dipaparkan oleh Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan, bapak Luthfi Rusyadi, SKM, MSc, dalam wawancara via zoom (Rabu, 28/07/21) bahwa Poltekkes Kemenkes Semarang telah menyediakan beberapa skema beasiswa. Diantaranya, Beasiswa Bidik Kamu, Beasiswa Gakin, Beasiswa Berprestasi, Beasiswa Prestasi Capaian Unggul dan Beasiswa Terdampak Covid-19.  Sasaran atau kuota beasiswa yang diberikan sebesar 20,4% atau kurang lebih sebanyak 1.600 dari total mahasiswa Polkesmar yang menyebar secara merata di seluruh program s...

Hari Anti Narkotika Internasional 2026: Membangun Kesadaran dan Komitmen Generasi Muda untuk Masa Depan yang Lebih Baik

  Setiap tanggal 26 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, generasi muda dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tantangan. Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius adalah ancaman penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik serta komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. Mengenal Bahaya Narkotika Narkotika merupakan zat atau obat yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengakibatkan perubahan pada kesadaran, perasaan, cara berpikir, dan perilaku seseorang. Dalam dunia medis, narkotika digunakan untuk kep...

MENJAGA NURANI KAMPUS

MENJAGA NURANI KAMPUS Setia pada Fakta, Teguh pada Integritas Perkembangan teknologi informasi yang pesat, kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan, serta meningkatnya tuntutan prestasi akademik membawa dampak signifikan terhadap kehidupan mahasiswa. Di satu sisi, kondisi ini membuka peluang besar untuk berkembang dan berinovasi. Namun, di sisi lain, tekanan nilai, persaingan beasiswa, tuntutan organisasi, dan ekspektasi sosial dapat menjadi ujian serius bagi integritas pribadi. Dalam konteks tersebut, menjaga nurani kampus bukan sekadar semboyan, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata. Makna Nurani Kampus Nurani kampus merupakan kesadaran moral kolektif sivitas akademika untuk menjunjung tinggi nilai kebenaran, kejujuran, dan etika dalam seluruh aktivitas akademik maupun nonakademik. Nurani ini tercermin dalam proses pembelajaran, penelitian, diskusi ilmiah, serta interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menjaga nurani kampus ...